Friday, September 22, 2017

Pamac 6.0, Aku Suka!

Beberapa hari yang lalu, saya update Manjaro Linux di laptop. Salah satu paket yang terupdate adalah pamac, yaitu sebuah aplikasi (GUI) paket manager.

Setelah sebelumnya saya harus "hafal" nama paket suatu aplikasi/librari untuk menginstal, sekarang mencarinya lebih mudah karena ada pengkategorian paket ke dalam "Games", "Office", dan lain- lain.

Aku suka!


Friday, March 25, 2016

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung tentang "deklarasi". Kamu tentu sering mendengar kata ini, terutama saat akan dimulainya pilkada. Ada deklarasi pasangan bakal calon A, B, C. Tujuannya untuk mengenalkan pasangan bakal calon tersebut ke masyarakat. Demikian halnya dalam C ada mekanisme deklarasi sebelum sebuah variabel atau fungsi digunakan.

Perhatikan kode berikut:


/* Nama: pertama2.c */
#include <stdio.h>

void tampil ();

int main (int argc, char **argv)
{
  ke = 2; 
  tampil (ke);
  return 0;
} 

void tampil (int program)
{
  printf ("Program Ke-%d Bahasa C\n", program);
}
 
Ada yang salah dalam program di atas! Silahkan tulis kode di atas dan simpan dengan nama pertama2.c, kemudian compile
$ gcc -o pertama2 pertama2.c
Muncul:

pertama2.c: In function ‘main’:
pertama2.c:10:3: error: ‘ke’ undeclared (first use in this function)
   ke = 2; 
   ^

Artinya, variabel 'ke' dalam fungsi 'main' tidak dikenali. Jadi, harus kenalan dulu! :D Bentuk deklarasi atau pengenalan variabel dalam C adalah sebagai berikut:

[tipe] [nama_variable];

Adapun bentuk pengenalan fungsi dalam C adalah:

[tipe] [nama_fungsi] ([argumen]);

Tipe-tipe dasar dari variabel dan fungsi C adalah:
char
karakter, dapat dikembangkan menjadi bentuk teks (string).
sort, int, long
bilangan desimal.
float
bilangan pecahan.
double
bilangan dengan presisi tinggi.

Sedangkan tipe
void
digunakan untuk fungsi yang tidak memberikan nilai. Fungsi seperti ini disebut juga dengan prosedur.

Lalu, bagaimana seharusnya kode program pertama2.c di atas?


Monday, January 28, 2013

Ayo, Mulai Saja!

Sebuah kode program C biasanya tersusun seperti contoh berikut:

/* Nama: pertama1.c */
#include <stdio.h>

void tampil ();

int main (int argc, char **argv)
{
  tampil ();
  return 0;
}


void tampil ()
{
  printf ("Program Pertama Bahasa C\n");
}


Saya menggunakan kata "biasanya" karena memang tidak harus i itu, he he he :D

Baiklah, kita bahas satu-satu.

/* Nama: pertama1.c */

adalah bagaimana kita memberi komentar dalam kode program C. Semua yang diawali /* dan diakhiri */ adalah komentar, tidak peduli seberapa panjang atau seberapa banyak barisnya. Selain /* */, beberapa kompiler memperbolehkan penggunaan // untuk mengawali komentar dalam satu baris. Contoh:

// Bahasa C - oleh eshabe

Gunanya komentar adalah agar programer dapat memberi catatan pada program yang ia buat sehingga ia atau orang lain dapat lebih memahami / mengerti tentang program tersebut. Bayangkan, jika suatu program tidak ada catatannya. Jangankan orang lain, sang pembuat pun bakal bingung saat ia membukanya setahun kemudian.

Komentar tidak termasuk dalam program itu sendiri, diabaikan oleh pemroses program (compiler), jadi tidak usah pelit saat memberi catatan karena ukuran program biner tidak terpengaruh.

#include <stdio.h>

adalah bagaimana kita memanggil kode program lain. Biasanya program yang dipanggil adalah kode yang berisi deklarasi fungsi atau konstanta.

void tampil ();

adalah pendeklarasian fungsi tampil() yang ditulis belakangan.

int main (int argc, char **argv) { }

adalah bagian utama program. Ya, ia adalah suatu fungsi! Suatu fungsi dalam C terdiri dari:

[tipe fungsi] [nama fungsi] ([argumen]) { [isi] }

- Tipe fungsi bisa int, float, double, char, void, atau yang lain sesuai tipe data.
- Nama fungsi diawali oleh alfabet [1] dan terdiri dari alfanumerik dan garis bawah (underscore).
- Argumen berisi variabel yang akan dilewatkan pada fungsi tersebut.
- Isi? ya isi dari fungsi...

Khusus main(), tipe fungsi dapat berupa void, yang artinya abaikan. Kita tidak perlu memberi nilai 'return' saat mengakhiri fungi. Argumen juga bisa dikosongkan atau diisi 'void', artinya kita mengabaikannya!

Perhatikan! Isi selalu diapit dengan kurung kurawal buka tutup ({...}).

Jadi, bentuk berikut bisa jadi merupakan bentuk minimal dari program C:

main(){}

Tapi bentuk di atas saat kita compile sering ditolak :) Coba saja bentuk ini:

int main(void){}

Simpan kode program dengan nama pertama1.c!

Misalnya disimpan di /home/zuper/myc/, jalankan Terminal lalu ketik perintah-perintah berikut:

$ cd  /home/zuper/myc/
$ gcc -o pertama1 pertama1.c
$ ./pertama1


Apa yang terjadi?

gcc -o pertama1 pertama1.c : compile kode program pertama1.c dan simpan hasilnya (program biner) dengan nama pertama1


Sunday, September 23, 2012

Agar Smartfren AndroMax Tab 7-mu Dikenali Oleh ADB (Android Debug Bridge) di Ubuntu Precise Pangoline (12.04)

Ketika terpikir untuk rooting Smartfren AndroMax Tab 7, segera saja saya gugling. Banyak sih yang saya temukan, tapi tak satupun yang menerangkan rooting Smartfren AndroMax  Tab 7 dari Linux atau Ubuntu. Semuanya dari Windows dengan tool ADB! Bahkan blog yg judulnya Linux pun menggunakan Windows! ;)

Apa benar tidak bisa dari Linux? Bisa koq! Caranya?

"Perhatian! Pada bagian ini tidak menjelaskan cara rooting. Kamu saya anggap sudah mengerti bagaimana cara membuat/menyunting berkas teks di Linux, dan sudah menginstal ADB atau Android SDK"
  1. Tambahkan baris berikut ke dalam file /etc/udev/rules.d/51-android.rules

    SUBSYSTEM=="usb|usb_device", ATTR{idVendor}=="2207", MODE="0666", GROUP="plugdev"
  2. Restart udev; sudo restart udev
  3. Tambahkan kode 0x2207 ke dalam file ~/.android/adb_usb.ini
  4. Tancapkan Smartfren AndroMax  Tab 7 ke Ubuntu melalui USB
  5. Periksa dengan perintah $ adb devices

Sekian.

Oh, ya. 2207 adalah vendor ID USB dari Smartfren AndroMax  Tab 7 . Coba jalankan perintah lsusb saat Smartfren AndroMax  Tab 7 tertancap ke Ubuntu, maka akan muncul 2207:0006.

Saturday, September 22, 2012

Update Smartfren AndroMax Tab 7 ke 4.0.4

Saya beli  Smartfren AndroMax Tab 7 atau Skyworth S7 beberapa minggu yang lalu. Secara umum sih tablet ini cukup bagus, sesuai dengan harganya :)

Bagi saya dengan harga Rp1.5jt ada GPS dan modem CDMA/EVDO memang sudah cukup. Sayangnya tidak ada kompas elektronik dan tidak bisa untuk telpon :( Tidak bisa telpon sih tidak masalah, tapi tidak ada kompas elektronik... sayang banget.

Masalah lain yang mengganggu adalah false notification / alert soal low-bat padahal baterai masih banyak, dan Google Calendar tidak mau sinkronisasi.

Dengan update system, dua masalah di atas bablas!!

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Aktifkan "Auto check update" di AndroMax

  2. Unduh update.img. File update.img bisa didapatkan di forum kaskus. Ekstrak file zip / rar, ubah ke update.img
  3. Jika download tidak menggunakan AndroMax, copy update.img ke SDCARD. Bisa menggunakan AirDroid jika tidak punya kabel USB. Soalnya dalam paket pembelian kabel ini tidak disertakan.
  4. AndroMax akan memberi alert bahwa update system tersedia dan meminta kita untuk menginstal. Cukup dengan menyentuh "Install" maka system meng-update secara otomatis.